Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 November 2010

Rusia Akan Bangun Kota di Bawah Tanah



Kota akan dibangun di bekas tambang yang berdiameter 1 kilometer di Siberia timur.

Sebuah perusahaan arsitektur Rusia memaparkan rencana detail mereka untuk membangun sebuah kawasan yang disebut sebagai ‘mega city’ ramah lingkungan. Kota itu sendiri rencananya akan dibangun di bawah tanah.

Jika tidak ada aral melintang, kota tersebut akan dibangun di bekas sebuah tambang di kawasan Siberia timur. Tambang yang bersangkutan memiliki diameter lebih dari satu kilometer dan dengan kedalaman 550 meter.

Seperti dikutip dari TG Daily, 17 November 2010, sebuah kubah kaca akan dibangun di atas kota itu. Tujuannya adalah untuk melindungi metropolitan bawah tanah dari musim dingin yang beku di Siberia serta suhu yang sangat tinggi di musim panas.

Kubah kaca yang dibangun di atasnya juga disebutkan akan dilapisi oleh lapisan photovoltaic cell. Lapisan ini mampu menyimpan energi matahari dalam kuantitas besar.

Pengembangnya memperkirakan, proyek kota bawah tanah ini dapat menampung hingga 100 ribu orang. Mereka akan tinggal di kawasan residensial di level yang didesain khusus untuk tempat tinggal manusia.

Selain kawasan residensial, ada pula lantai yang dibangun khusus untuk menampung lahan pertanian vertikal, hutan, dan zona rekreasi.

Kota yang pengerjaannya akan dilakukan oleh AB Elise, perusahaan arsitektur asal Moscow, Rusia itu diberi nama Eco-city 2020.(VIVANews)

BlackBerry Torch Putih & Merah Hadir


Sunset Red dan Pure White akan menjadi pilihan baru selain Torch 9800 hitam.

Research In Motion (RIM), produsen BlackBerry asal Kanada, selalu mengeluarkan handset dengan pilihan warna lain beberapa minggu setelah handset tersebut diluncurkan pertama kali. Seperti seri-seri sebelumnya, BlackBerry Torch 9800 pun juga demikian.

Belum lama ini, mitra operator RIM di Amerika Serikat, AT&T menghadirkan BlackBerry Torch 9800 dengan dua warna baru, Sunset Red dan Pure White. Sayangnya, dua warna ini baru sebatas tersedia di pasar AS saja sejak akhir minggu lalu. Belum ada keterangan resmi RIM atau pun operator lokal terkait rencana pemasarannya di Indonesia.

Di segi fitur dan spesifikasi, BlackBerry Torch 9800 berwarna baru ini tidak ada yang berbeda. Jeroannya sama persis dengan apa yang dipunyai Torch hitam. Hanya saja AT&T ingin menambah pilihan dan rasa baru pada pelanggannya selain dengan warna hitam.

BlackBerry Torch adalah perangkat BlackBerry pertama yang mengusung OS BlackBerry 6.0 dengan desain slider. Kombinasi layar sentuh dan keypad Qwerty membuatnya lebih elegan dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Memiliki berlayar 3,2 inci dengan resolusi 360 x 480 piksel, BlackBerry Torch 9800 dilengkapi WebKit browser terbaru yang membuatnya mendukung tab browsing dan pinch to zoom. Di sisi memori, ia juga unggul karena dilengkapi memori RAM 512MB, ROM 512MB, dan storage 4GB (dapat ditingkatkan hingga 32GB dengan kartu microSD).

Untuk akses data, BlackBerry Torch 9800 dilengkapi dengan 3G HSDPA/HSUPA, di samping Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 2.1, dan microUSB 2.0. Perangkat dengan prosesor bertenaga 624 MHz ini juga menyematkan kamera 5MP (2592 x 1944 piksel), lengkap dengan autofocus dan flash LED. Di Indonesia, harganya masih berkisar Rp5,5-6 juta per unit.(VIVANews)

Dimensi dan berat
11,1 x 6,2 x 1,4 cm
161 gram
Layar TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran layar 3,2 inci, 360x480 piksel
Memori 512MB (RAM)
512MB (ROM)
4GB (storage internal)
microSD up to 32GB (eksternal)
Konektivitas 3G HSDPA; HSUPA
Wi-Fi 802.11 b/g/n, UMA
Bluetooth v2.1
microUSB v2.0
Kamera 5 MP, 2592 x 1944 piksel
Video Ada, VGA@24fps
OS BlackBerry OS 6.0
Browser HTML
Radio Tidak Ada
GPS Ada, A-GPS
Fitur Java MIDP 2.0
Social feeds
BlackBerry maps
Document viewer (Word, Excel, PowerPoint)
Media player MP3/WMA/eAAC+/FlAC/OGG player
Video player DivX/XviD/MP4/WMV/H.263/H.264
Organizer
Voice memo/dial
Baterai Li-ion 1300 mAh
Hingga 336 jam (standby)
Hingga 5 jam 40 menit (waktu bicara)

Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi


Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.
Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.
Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.
Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.
Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.
Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.(VIVANews)